Berita petani.id Kota Dumai

Terhambatnya Produktifitas Petani Oleh Amburadulnya Birokrasi Pelayan KIR Dinas Perhubungan

“Intinya kami merasa tidak nyaman dengan pelayanan birokrasi Dinas Perhubungan Kota Dumai ini. Banyak waktu kami yang Petani ini tersita dan menghambat produktivitas pengangkutan hasil pertanian kami dengan pelayanan birokrasi seperti ini.” tutup Sahat Mangapul.

Petani.id

petani.id – (#SDMPetaniUnggul – Dumai, 14/02/2020). Kendaraan bak terbuka untuk pengangkut hasil produksi Petani yang dimiliki oleh Laboratorium Kedaulatan Pangan dan Agribisnis Kerakyatan (Lab. KPAK) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Unit Riau salah satu badan otonom Dewan Pimpinan Nasional Petani mendapatkan pelayanan buruk saat uji KIR (red: Pengujian Kendaraan Bermotor) di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Dumai Provinsi Riau.

“Pada hari Selasa Tanggal 11 Februari 2020, kendaraan bak terbuka L300 Mitsubisi dinyatakan tidak lulus uji emisi dengan alasan oleh petugas uji emisi karena kendaraan kami memakai biosolar B20 yang kami beli di SPBU Pertamina. Yang bisa lolos kata petugas uji emisi jika memakai solar jenis Dexlite.” kata Kepala Lab. KPAK Petani Unit Riau Sahat Mangapul kepada tim petani.id di Kota Dumai, Provinsi Riau (14/02/2020).

Kepala Lab. KPAK Petani Unit Riau Sahat Mangapul juga mengatakan bahwa banyak dugaan keanehan di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Dumai ini. Banyak yang mengurus KIR mobil tapi kendaraannya tidak datang untuk di uji ternyata bisa memperoleh surat KIR. Sementara kendaraan ditempat pengujian kendaraan KIR sepi hanya hanya 2 kendaraan yang mau diuji. Tidak ada cctv yang bisa menjadi bukti otentik kendaraan mana saja yang diuji.

“Kami diberi surat agar datang lagi pada hari Jumat tanggal 14 Februari 2020 untuk test uji emisi lagi. Pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kami datang lagi ke UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Dumai. Sudah banyak kendaraan mengantri, entah kenapa baru jam 10.00 pagi barulah kami dipanggil satu persatu untuk uji emisi. Keanehan yang luar biasa, ternyata kendaraan kami tidak dilakukan uji emisi lagi dan diberikan surat selembar sementara lulus uji kir. Dugaan kami juga banyak yang mengurus KIR kendaraan tanpa membawa kendaraannya tapi bisa lolos uji KIR. Kami mempertanyakan mengapa kami hanya mendapatkan selembar surat keterangan bukan buku biru KIR seperti biasa dan kapan kami mendapatkannya? Jawaban petugas “Belum tau pak, ditunggu saja” Petugas juga tidak menanyakan no kontak kami, untuk pemberitahuan apabila buku KIR sudah keluar nantinya.” jelas Kepala Lab. KPAK Petani Unit Riau Sahat Mangapul.

Sahat juga menjelaskan setelah dari UPT Pengujian Kendaraan Bermotor menuju kantor Dinas Perhubungan Kota Dumai untuk mengurus surat Izin Usaha Angkutan Barang. Dan lagi – lagi dikecewakan karena buruknya birokrasi pelayanan dan lambatnya mengurus surat Izin Usaha Angkutan yang hanya 1 lembar ini, dengan alasan print rusak dan sebagainya.

“Intinya kami merasa tidak nyaman dengan pelayanan birokrasi Dinas Perhubungan Kota Dumai ini. Banyak waktu kami yang Petani ini tersita dan menghambat produktivitas pengangkutan hasil pertanian kami dengan pelayanan birokrasi seperti ini.” tutup Sahat Mangapul.

-. Laporan: Laboratorium Kedaulatan Pangan dan Agribisnis Kerakyatan (Lab. KPAK) Petani Unit Riau.

-. Redaksi: Departemen Propaganda – Dewan Pimpinan Nasional Petani.

-. Editor: Bidang Propaganda & Jaringan – Dewan Pimpinan Nasional Petani.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
WhatsApp chat