Berita PetaniPesan untuk Sahabat: Daulat Pangan, Daulat Jiwa

Pesan untuk Sahabat: Daulat Pangan, Daulat Jiwa

www.petani.id – (#SDMPetaniUnggul – Jakarta – 14/03/2026). Dunia hari ini sedang mempertontonkan drama besar tentang keberlanjutan dan harga diri sebuah bangsa. Dari tanah Persia, kabar terpilihnya Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran membawa angin segar sekaligus tantangan besar. Bagi kami di PETANI, suksesi ini bukan sekadar rotasi kekuasaan, melainkan simbol keteguhan seorang pejuang yang memikul beban amanah di tengah kepungan badai global. Sahabatku Mojtaba, selamat atas amanah suci ini. Sebagai seorang Sayyid yang memiliki garis keturunan langsung dari Rasulullah Muhammad SAW, Anda tidak hanya mewarisi darah kepemimpinan, tetapi juga spirit perjuangan untuk membela kaum yang lemah.

Izinkan saya mengirimkan renungan dari denyut nadi agraria di Nusantara. Sejarah mencatat bahwa keturunan Rasulullah selalu berada di garis depan dalam melawan ketidakadilan. Jiwa pejuang yang mengalir dalam nadi Anda adalah modal utama untuk menjaga martabat bangsa Iran dari tekanan sanksi dan intimidasi asing. Namun, sejarah juga mengajarkan bahwa kedaulatan sejati tidak hanya ditegakkan dengan pedang atau retorika, melainkan melalui kemampuan sebuah bangsa untuk memberi makan rakyatnya sendiri. Di Indonesia, semangat yang sama kami temukan pada para Petani. Saat Republik ini baru lahir dan masih sangat rapuh, para petani—dengan bimbingan para ulama dan pejuang—menjadi penyangga nyawa bangsa. Mereka menghidupi revolusi melalui hasil bumi yang ditanam dengan cucuran keringat dan doa.

​Visi kami di PETANI adalah mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia yang Damai. Kami meyakini bahwa perdamaian dunia hanya bisa terwujud jika setiap bangsa berdaulat atas piringnya sendiri. Dunia yang damai adalah dunia di mana tidak ada lagi bangsa yang menjajah isi perut bangsa lain melalui hegemoni pangan dan ekonomi. Sebagai pemimpin yang mewarisi risalah kakek buyutmu, Muhammad SAW—yang juga sangat menghargai mereka yang bekerja dengan tangannya sendiri di ladang dan kebun—kami berharap kepemimpinan Anda dapat menginspirasi gerakan kemandirian ini.

​Sahabat Mojtaba, jadilah pemimpin pejuang yang senantiasa menunduk ke bumi. Sebagaimana seorang petani yang merawat benih di tengah cuaca yang tak menentu, jagalah amanah ini dengan kesabaran dan keteguhan. Mari kita buktikan bahwa melalui kedaulatan pangan dan kemandirian bangsa, kita bisa membangun peradaban yang adil, manusiawi, dan merdeka dari segala bentuk penjajahan modern. Selamat bertugas, Sahabat. Doa kami dari tanah Indonesia yang subur senantiasa menyertaimu. Merdeka!

 

Salam hormat,

 

Satrio Damardjati, S.P.

Ketua Umum PETANI

spot_img

Krisis Pangan Global Paradigma Modern. PETANI Kutuk Serangan Israel Terhadap UNIFIL di Lebanon

petani.id - (#SDMPetaniUnggul - Jakarta, 31/03/2026). Persaudaraan Mitra Tani...

Geopolitik Internasional Petani: Revolusi Pangan Sebagai Pembaruan Paradigma

petani.id – (#SDMPetaniUnggul – Editorial – Jakarta, 28/03/2026). Hasil...

Tindakan Brutal Penyiraman Air Keras Terhadap Pejuang HAM Sebuah Ancaman Demokrasi Indonesia. PETANI: Usut Tuntas!

www.petani.id – (#SDMPetaniUnggul – Liputan Khusus – 14/03/2026). Dewan...

Geostrategis Nasional Petani: Rekonstruksi MBG sebagai Dialektika Pangan, Dari Populisme Menuju Etika Kedaulatan

petani.id - (#PetaniGoDigital – Editorial – 29/01/2026). Bangsa yang...

Swasembada Pangan: Sudahkah Petani Sejahtera dengan Hasil Panennya Sendiri?

“Petani adalah sendi kehidupan bangsa. Kalau sendi ini patah,...
spot_img
WhatsApp chat