Berita petani.id Jawa Tengah

Pengolahan Hasil Bahan Dasar Empon – Empon Nilai Tambah Petani

Sudah mulai banyak penggemar produk berbahan dasar empon-empon ini, yang menjadi pelanggan setia." jelas Maria Christiana pengurus DPC Petani Kabupaten Bantul yang juga pengelola Warung Petani.

Petani.id

petani.id – (Sleman – Kamis, 27/06/2019). Sekolah Petani Muda Darllos (SPMD) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuka kelas pengolahan hasil petani dengan berbahan dasar jahe dan kunyit. Kelas ini diisi oleh Parwito narasumber yang sangat intensitas serius dibidang produksi dan juga pengolahan hasil. Yang dimana ‘mbali ndeso’ beliau selalu meluangkan waktu khususuntuk sahabat-sahabat Petani di DIY untuk berbagi ilmu yang dimilikinya.

 

“Apa resep yang akan diolah? Resep yang terpilih adalah jahe diolah menjadi manisan jahe, sedangkan kunyit diolah menjadi ‘wedang sinom’. Bahan-bahan yang diperlukan, sangatlah mudah didapatkan. Bagaimana cara membuat kedua resep tersebut? Dalam pembuatan manisan jahe, bahan yang diperlukan adalah jahe, gula pasir, daun pandan, dan kayu manis.

Sebelum diolah jahe yang telah diiris tipis, direbus 2 kali (Air rebusan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan wedang jahe). Hal tersebut, dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kepedasannya. Setelah itu semua bahan dimasukkan dan diaduk ketika cairan gulanya sudah mulai mengental / mengkristal. Sedangkan wedang sinom, lebih mudah lagi dalam pembuatannya (bahan: gula jawa, sedikit garam, daun sinom, asam dan kunyit yang telah diiris tipis) dimasukkan ke dalam panci yang berisi air. Tinggal tunggu mendidih. Rasanya hampir sama dengan kunir asam, namun lebih segar karena citarasa daun sinom (daun asam) dan tanpa ampas.” kata Parwito kepada para peserta kelas pengolahan di Griya Online Kentungan Jalan Kaliurang KM 7, Kabupaten Sleman – DIY (Kamis, 27/06/2019).

Lalu, bagaimana cita rasa manisannya? Maria Christiana pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Petani Kabupaten Bantul yang juga ikut sebagai salah satu peserta kelas pengolahan, sudah mulai memproduksi manisan jahe dan mengembangkan ke empon-empon lain, yaitu manisan kencur. Pembuatan manisan kencur, tak berbeda dengan pembuatan manisan jahe. Dalam waktu yang tidak lama, manisan kencur dan manisan jahe telah memiliki pelanggan yang setia. Salah satunya adalah seorang driver aplikasi online.

“Manisan jahe sangat enak dan hangat di badan dan sangat cocok untuk orang tua. Ayah saya menyukainya. Sedangkan manisan kencur juga enak meski tidak sehangat manisan jahe,” tutur Lukman Wahyu yang berprofesi sebagai driver aplikasi online kepada tim petani.id saat di konfirmasi ketika kembali membeli manisan jahe ke Warung Petani DPC Petani Kab. Bantul.

“Pemasaran produk yang dihasilkan Petani dilakukan secara offline dan online dengan menggunakan sarana dan kesempatan yang ada. Online menggunakan media sosial termasuk grup – grup percakapan, sedangkan offline menggunakan pertemuan seperti arisan, PKK, penitipan produk ke Warung Petani yang lain, gerai oleh – oleh, serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan pemasaran. Sudah mulai banyak penggemar produk berbahan dasar empon-empon ini, yang menjadi pelanggan setia.” jelas Maria Christiana pengurus DPC Petani Kabupaten Bantul yang juga pengelola Warung Petani.

-. Redaksi: Departemen Propaganda.

-. Liputan / Laporan: Biro Propaganda & Jaringan – DPW Petani DIY.

-. Editor: Bidang Propaganda & Jaringan – Dewan Pimpinan Nasional Petani.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
WhatsApp chat