Berita petani.id Jawa Timur

Mentan Minta Petani Kerja 24 Jam Kejar Produksi Pangan, Ketum Petani Minta ASN Kementan Kerja 24 Jam Pendampingan Petani

Ketua Umum Petani menambahkan, itu baru tingkat eselon 3 (red: tiga) belum eselon 2 bahkan eselon 1 setingkat Direktur Jenderal (red: Dirjen) ada laporan saat Petani ada yang mau konsultasi kebijakan terkait bawang putih susahnya minta ampun. Padahal Petani sekali lagi tidak meminta bantuan, hanya ingin berkonsultasi semata karena Petani sudah membudidaya benih bawang putih lokal secara mandiri.

Petani.id

petani.id – (#SDMPetaniUnggul – Lamongan, 29/08/2019). Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta Petani untuk mengurangi jam tidur. Bahkan, ia meminta Petani bekerja 24 jam penuh selama sehari untuk mengejar produksi pangan senilai Rp 14 triliun pada tahun ini dan Rp 30 triliun pada tahun depan. Hal itu disampaikannya saat berdialog bersama Petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) di Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/8/2019). “Kalau bisa, 26 jam. 2 jam melamun, 24 jam bekerja. Kurangi tidur. Tidur dekat ekskavator (mesin pengeruk untuk penggalian) bareng pak Danramil. Bangun, kerja lagi. Dengan semangat kerja begini, Sumsel yang 5 besar penghasil pangan terbesar, nomor tiga di Indonesia bisa menjadi peringkat 1 pada 2020,” ujarnya (Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190828201521-92-425520/mentan-minta-petani-kerja-24-jam-kejar-produksi-pangan).

 Sementara itu Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Satrio Damardjati meminta Mentan untuk mengevaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) (red: Pegawai Negeri Sipil) di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat Petani. Bahkan Ketum Petani juga meminta Mentan menginstruksikan kepada jajaran ASN Kementan untuk siaga 24 jam terhadap pelayanan kepada masyarakat Petani. Hal tersebut disampaikan oleh Ketum Petani didampingi oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Petani Jawa Timur Imam Khafidzin saat mempersiapkan panen raya padi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Petani Kabupaten Lamongan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Rabu, 28/08/2018).

“Iya dong, jangan hanya Petani yang diminta kerja 24 jam tetapi para staf ASN Kementan juga harus siap kerja 24 jam untuk Petani karena pengalaman selama ini yang terjadi, itu para ASN Kementan jika diminta konsultasi oleh Petani susahnya minta ampun. Sebagai contoh, itu ada Kepala Balai Penelitian Ternak (Ka.Balitnak) Bogor dimintai konsultasi soal bibit ayam kampung petelor saja susahnya minta ampun, padahal Petani itu mau beli bibitnya bukan minta bantuan.” kata Ketua Umum Satrio Damardjati.

Ketua Umum Petani menambahkan, itu baru tingkat eselon 3 (red: tiga) belum eselon 2 bahkan eselon 1 setingkat Direktur Jenderal (red: Dirjen) ada laporan saat Petani ada yang mau konsultasi kebijakan terkait bawang putih susahnya minta ampun. Padahal Petani sekali lagi tidak meminta bantuan, hanya ingin berkonsultasi semata karena Petani sudah membudidaya benih bawang putih lokal secara mandiri.

“Mentan harus tahu bahwa kehadiran masyarakat Petani bagian dari DU CONTRAC SOCIAL keajegan negeri ini. Mentan dan ASN Kementan dengan berlandaskan pada ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ tidak terkecuali Petani hari ini yang terseok-seok nasibnya. Program pembangunan sektor pangan yang ‘katanya’ berpihak pada masyarakat Petani tetapi pada kenyataannya bisa dilihat dan dinilai sendiri, pangan yang masuk ke dalam negeri yang tidak terkontrol, pembangunan zona industri di atas lahan pertanian semakin mempersempit kesejahteraan dan keberlangsungan hidup para masyarakat Petani. Jati diri bangsa Indonesia harus kita jaga sebagai negeri maritim berbasis agraris yang berlandaskan Pancasila bukan hanya semata-mata hanya menghabiskan anggaran dan penyaluran bantuan saja.” tutup Ketum Petani.

-. Liputan / Laporan: Tim Departemen Jaringan.

-. Redaksi: Departemen Propaganda.

-. Editor: Bidang Propaganda dan Jaringan – Dewan Pimpinan Nasional Petani

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
WhatsApp chat