petani.id
  • Beranda petani.id
  • Video Petani.id
  • Berita Petani Id
    • Berita Petani
    • Berita petani.id Bali
    • Berita petani.id DKI
    • Berita petani.id Jawa Barat
    • Berita petani.id Jawa Tengah
    • Berita petani.id Jawa Timur
    • Berita petani.id Kota Dumai
    • Berita petani.id Nasional
    • Berita petani.id Sulawesi Tengah
    • Warung Petani
  • Profil
    • PERATURAN ORGANISASI PERSAUDARAAN MITRA TANI NELAYAN INDONESIA Nomor: 006/A-3/PO/PETANI/I/2019
  • Biro Iklan petani
  • #7510 (tanpa judul)
  • #7513 (tanpa judul)
No Result
View All Result
  • Beranda petani.id
  • Video Petani.id
  • Berita Petani Id
    • Berita Petani
    • Berita petani.id Bali
    • Berita petani.id DKI
    • Berita petani.id Jawa Barat
    • Berita petani.id Jawa Tengah
    • Berita petani.id Jawa Timur
    • Berita petani.id Kota Dumai
    • Berita petani.id Nasional
    • Berita petani.id Sulawesi Tengah
    • Warung Petani
  • Profil
    • PERATURAN ORGANISASI PERSAUDARAAN MITRA TANI NELAYAN INDONESIA Nomor: 006/A-3/PO/PETANI/I/2019
  • Biro Iklan petani
  • #7510 (tanpa judul)
  • #7513 (tanpa judul)
No Result
View All Result
petani.id
No Result
View All Result
Home Berita petani.id Jawa Timur

Mentan Minta Petani Kerja 24 Jam Kejar Produksi Pangan, Ketum Petani Minta ASN Kementan Kerja 24 Jam Pendampingan Petani

petani.id by petani.id
29 Agustus 2019
in Berita petani.id Jawa Timur
0
Mentan Minta Petani Kerja 24 Jam Kejar Produksi Pangan, Ketum Petani Minta ASN Kementan Kerja 24 Jam Pendampingan Petani
1.5k
SHARES
488
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

petani.id – (#SDMPetaniUnggul – Lamongan, 29/08/2019). Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta Petani untuk mengurangi jam tidur. Bahkan, ia meminta Petani bekerja 24 jam penuh selama sehari untuk mengejar produksi pangan senilai Rp 14 triliun pada tahun ini dan Rp 30 triliun pada tahun depan. Hal itu disampaikannya saat berdialog bersama Petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) di Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/8/2019). “Kalau bisa, 26 jam. 2 jam melamun, 24 jam bekerja. Kurangi tidur. Tidur dekat ekskavator (mesin pengeruk untuk penggalian) bareng pak Danramil. Bangun, kerja lagi. Dengan semangat kerja begini, Sumsel yang 5 besar penghasil pangan terbesar, nomor tiga di Indonesia bisa menjadi peringkat 1 pada 2020,” ujarnya (Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190828201521-92-425520/mentan-minta-petani-kerja-24-jam-kejar-produksi-pangan).

 Sementara itu Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Satrio Damardjati meminta Mentan untuk mengevaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) (red: Pegawai Negeri Sipil) di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat Petani. Bahkan Ketum Petani juga meminta Mentan menginstruksikan kepada jajaran ASN Kementan untuk siaga 24 jam terhadap pelayanan kepada masyarakat Petani. Hal tersebut disampaikan oleh Ketum Petani didampingi oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Petani Jawa Timur Imam Khafidzin saat mempersiapkan panen raya padi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Petani Kabupaten Lamongan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Rabu, 28/08/2018).

“Iya dong, jangan hanya Petani yang diminta kerja 24 jam tetapi para staf ASN Kementan juga harus siap kerja 24 jam untuk Petani karena pengalaman selama ini yang terjadi, itu para ASN Kementan jika diminta konsultasi oleh Petani susahnya minta ampun. Sebagai contoh, itu ada Kepala Balai Penelitian Ternak (Ka.Balitnak) Bogor dimintai konsultasi soal bibit ayam kampung petelor saja susahnya minta ampun, padahal Petani itu mau beli bibitnya bukan minta bantuan.” kata Ketua Umum Satrio Damardjati.

Ketua Umum Petani menambahkan, itu baru tingkat eselon 3 (red: tiga) belum eselon 2 bahkan eselon 1 setingkat Direktur Jenderal (red: Dirjen) ada laporan saat Petani ada yang mau konsultasi kebijakan terkait bawang putih susahnya minta ampun. Padahal Petani sekali lagi tidak meminta bantuan, hanya ingin berkonsultasi semata karena Petani sudah membudidaya benih bawang putih lokal secara mandiri.

“Mentan harus tahu bahwa kehadiran masyarakat Petani bagian dari DU CONTRAC SOCIAL keajegan negeri ini. Mentan dan ASN Kementan dengan berlandaskan pada ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ tidak terkecuali Petani hari ini yang terseok-seok nasibnya. Program pembangunan sektor pangan yang ‘katanya’ berpihak pada masyarakat Petani tetapi pada kenyataannya bisa dilihat dan dinilai sendiri, pangan yang masuk ke dalam negeri yang tidak terkontrol, pembangunan zona industri di atas lahan pertanian semakin mempersempit kesejahteraan dan keberlangsungan hidup para masyarakat Petani. Jati diri bangsa Indonesia harus kita jaga sebagai negeri maritim berbasis agraris yang berlandaskan Pancasila bukan hanya semata-mata hanya menghabiskan anggaran dan penyaluran bantuan saja.” tutup Ketum Petani.

-. Liputan / Laporan: Tim Departemen Jaringan.

-. Redaksi: Departemen Propaganda.

-. Editor: Bidang Propaganda dan Jaringan – Dewan Pimpinan Nasional Petani

petani.id

petani.id

Related Posts

Formulasi Desinfektan dan Ramuan Petani Untuk Penanggulangan Virus Saluran Pernapasan
Berita petani.id Jawa Timur

Formulasi Desinfektan dan Ramuan Petani Untuk Penanggulangan Virus Saluran Pernapasan

21 Maret 2020
Ribuan Petani Lamongan Tuntut Pencabutan Permentan Nomor 1 Tahun 2020
Berita petani.id Jawa Timur

Ribuan Petani Lamongan Tuntut Pencabutan Permentan Nomor 1 Tahun 2020

6 Februari 2020
Petani Jawa Timur Bangun Kemitraan Terkait Programatik PETANI GO DIGITAL Bersama Telkom
Berita petani.id Jawa Timur

Petani Jawa Timur Bangun Kemitraan Terkait Programatik PETANI GO DIGITAL Bersama Telkom

6 November 2019
Next Post
Kontribusi Positif Petani Grobogan Dalam Festival Semangka

Kontribusi Positif Petani Grobogan Dalam Festival Semangka

Sinergi Petani Kabupaten Bogor dan PNJ Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Aquaponik

Sinergi Petani Kabupaten Bogor dan PNJ Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Aquaponik

Wakil Walikota Depok Bangga Dengan Produk Petani Indonesia

Wakil Walikota Depok Bangga Dengan Produk Petani Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

petani.id

Copyright © 2020 petani.id. All Rights Reserved.

https://petani.id

  • Redaksi petani.id
  • Kontak Petani
  • Kelembagaan Petani
  • Peraturan Organisasi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda petani.id
  • Video Petani.id
  • Berita Petani Id
    • Berita Petani
    • Berita petani.id Bali
    • Berita petani.id DKI
    • Berita petani.id Jawa Barat
    • Berita petani.id Jawa Tengah
    • Berita petani.id Jawa Timur
    • Berita petani.id Kota Dumai
    • Berita petani.id Nasional
    • Berita petani.id Sulawesi Tengah
    • Warung Petani
  • Profil
    • PERATURAN ORGANISASI PERSAUDARAAN MITRA TANI NELAYAN INDONESIA Nomor: 006/A-3/PO/PETANI/I/2019
  • Biro Iklan petani
  • #7510 (tanpa judul)
  • #7513 (tanpa judul)

Copyright © 2020 petani.id. All Rights Reserved.

WhatsApp chat