petani.id – (#SDMPetaniUnggul – Jakarta, 31/03/2026). Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI) menyatakan turut berduka cita atas gugurnya personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian bersama Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon serta mengecam keras terhadap serangan Israel ke Lebanon wilayah selatan.
“Kami (red: PETANI) turut berduka cita atas wafatnya prajurit TNI yang mengemban tugas sebagai pasukan perdamaian UNIFIL di wilayah Lebanon selatan dan mengecam keras insiden ini serta serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel ke pasukan perdamaian UNIFIL di wilayah Lebanon selatan,” kata Ketua Umum PETANI Satrio Damardjati di sela-sela pemaparan Geopolitik Internasional Petani: Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia yang Damai bersama perwakilan beberapa negara-negara sahabat melalui pesan lewat telepon selulernya.
Ketua Umum PETANI Satrio Damardjati menyampaikan bahwa apa yang terjadi di wilayah Lebanon selatan tersebut merupakan dampak geopolitik internasional yang kini sedang bergejolak. Selain perang Amerika-Israel dengan Iran juga terjadinya krisis pangan, ketimpangan ekonomi, dan perubahan iklim telah membuat banyak negara-negara kehilangan arah. Sebagaimana pernah disampaikan dalam “Geostrategis Internasional Petani : Indonesia Sebagai Nahkoda Arah Bangsa-Bangsa Membangun Dunia Baru” merupakan strategi bangsa Indonesia untuk menyerukan deeskalasi dan kembali ke meja perundingan untuk membahas perdamaian dunia khususnya terkait krisis pangan, energi dan air global.
“Dalam Geopolitik Internasional Petani: Revolusi Pangan Sebagai Pembaruan Paradigma di mana PETANI menawarkan konsesi perdamaian dunia melalui penataan ulang Sistem Pangan Global dalam damai, karena saat ini seluruh sistem global mengalami dislokasi. Atas dasar itulah yang diusulkan PETANI menuju perdamaian global. Kenapa? Karena Indonesia negara bebas aktif dan non blok, selain itu bahwa dunia baru tidak bisa dibangun dengan dominasi atau perang, melainkan dengan kerja sama, solidaritas, dan keberanian untuk berbuat benar. Bangsa Indonesia memiliki Pancasila karena nilai-nilai Pancasila — terutama kemanusiaan yang adil dan beradab, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat — kini terasa semakin relevan untuk dunia. Dari Pancasila, Indonesia bisa mengajarkan bahwa pembangunan sejati adalah yang menyeimbangkan manusia, alam, dan teknologi. Pancasila bukan sekadar simbol nasional yang digali dari kehidupan masyarakat di Nusantara, tapi sebuah falsafah global yang bisa menjadi kompas moral bagi tata dunia baru, bagi peradaban baru di mana manusia-manusia dari segala bangsa dapat hidup berdampingan dalam damai dengan kemanusiaannya yang sejati,” tutup Ketua Umum PETANI Satrio Damardjati.
- Liputan / Laporan : Departemen Jaringan – Dewan Pimpinan Nasional PETANI.
- Redaksi : Departemen Propaganda – Dewan Pimpinan Nasional PETANI.
- Editor : Bidang Propaganda dan Jaringan – Dewan Pimpinan Nasional PETANI.






