Berita petani.id DKI

Konsolidasi BPIP dan PETANI Untuk Membumikan PANCASILA Dalam Negara GOTONG ROYONG

Sementara itu, Ketua I DPN Petani Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Cahyo Gani Saputro saat mendampingi Ketua Umum Petani menjelaskan bahwa kerjasama BPIP dengan Petani mengusung tema ‘Gali Mutiara Pancasila dan Semangat Gotong Royong’ teknisnya untuk sosialisasi langsung di basis - basis Petani ini bisa dikatakan sebagai bagian pendidikan wawasan kebangsaan dengan memegang teguh kearifan lokal.

Petani.id

petani.id – (#SDMPetaniUnggul – Jakarta, 18/102019). Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) saat masih dipimpin oleh Yudi Latif selaku Kepala BPIP bersama Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) sudah menjalin kerjasama untuk sosialisasi programatik ‘PETANI MEMBUMIKAN PANCASILA DALAM NEGARA GOTONG ROYONG’. Langkah awal dan kerja konkrit, melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Petani Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan sosialisasi programatik tersebut langsung di basis – basis produksi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Petani Kabupaten Kulonprogo yang terdapat di Dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo dan Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, DIY (Dok: Jumat, 11 Mei 2018).

“Memang ini rentang waktu yang cukup lama, karena masing – masing lembaga (red: BPIP dan DPN Petani) memiliki dinamika internal masing – masing akan tetapi kami memang sudah sepakat akan terus menjalin ikatan kerjasama dalam melakukan kerja – kerja bersama terkait programatik ‘Membumikan Pancasila Dalam Negara Gotong Royong’. Kami juga sudah pernah melakukan kerjasama mensosialisasikan Pancasila lamgsung di basis
– basis Petani bukan di hotel berbintang ataupun di conferensi hall mewah. Nah makanya ini seiring berjalannya waktu dan evaluasi, kami akan melaksanakan kembali sosialisasi tersebut langsung di basis – basis Petani.” kata Ketua Umum Petani Satrio Damardjati di Sekretariat DPN Petani daerah Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan saat dikonfirmasi oleh tim petani.id (Jumat, 18/10/2019).

Sementara itu, Ketua I DPN Petani Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Cahyo Gani Saputro saat mendampingi Ketua Umum Petani menjelaskan bahwa kerjasama BPIP dengan Petani mengusung tema ‘Gali Mutiara Pancasila dan Semangat Gotong Royong’ teknisnya untuk sosialisasi langsung di basis – basis Petani ini bisa dikatakan sebagai bagian pendidikan wawasan kebangsaan dengan memegang teguh kearifan lokal.

“Jadi kami menilai sosialisasi programatik yang mengusung tema saat ini ‘Gali Mutiara Pancasila dan Semangat Gotong Royong di basis – basis Petani ini sudah tepat. Dan rencananya dalam waktu dekat ini kami (red: DPN Petani) bersama BPIP akan melakukan sosialisasi di 3 (red: tiga) Kabupaten dari Provinsi berbeda yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sleman.“ jelas Ketua I DPN Petani Cahyo Gani Saputro yang biasa disapa Gepeng oleh kawan – kawannya di Sekretariat DPN Petani daerah Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.

Ketua Umum Petani Satrio Damardjati juga menambahkan bahwa saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang mengalami sebuah fase ‘rawan ideologi’ atau pandangan tentang wawasan kebangsaan. Satrio mengambil contoh semisalnya tentang kasus penusukan pejabat tinggi negara, tentang kasus anggota Polisi Wanita (Polwan) yang terindikasi terkena paham radikalisme, belum lagi kasus istri anggota TNI, kasus indikasi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menolak Pancasila dan masih banyak lagi kasus. Melihat dan menganalisa fenomena kasus – kasus tersebut, Ketua Umum Petani ini mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo dan BPIP untuk membentuk Balai Pembinaan Ideologi Pancasila sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPIP di tingkat Provinsi atau lebih bagus sampai tingkat Kabupaten/Kota.

-. Laporan / Liputan: Tim Departemen Propaganda – DPN Petani.

-. Redaksi: Departemen Propaganda – DPN Petani.

-. Editor: Bidang Propaganda & Jaringan – DPN Petani.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
WhatsApp chat