Berita Petani

EMAS HIJAU DAN MILENIAL, Antara Tantangan dan Peluang

Artinya, pangan tetap menjadi kebutuhan dunia nomor wahid, setelah air bersih. Dan perlu kita menguji seberapa besar peran generasi milenial dan dunia digital terhadap pangan, produksi pangan dan kesejahteraan warga perdesaan sebagai pelaku utama produksi bahan pangan.

Petani.id

petani.id – (Jakarta, Jumat 26/04/2019). Ketua Umum Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Satrio Damardjati menjelaskan bahwa pada tahun 2016 Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Petani sudah menyusun programatik ‘Petani Go Digital’ dan pada tahun 2017 melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Petani Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama salah satunya terkait programatik ‘Petani Go Digital’ dengan PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Witel DIY, kemudian DPW Petani Jawa Tengah dengan Telkom Regional IV Jateng – DIY, DPW Petani Sulawesi Tenggara dengan Telkom Witel Sulawesi Tenggara, serta beberapa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Petani juga sudah bekerjasama dengan Witel-witel Telkom, karena digitalisasi sudah menjadi tren yang tidak terbendung. Demikian juga harapan untuk mendapatkan penghidupan dari peluang usaha digital.

   Generasi Milenial sudah sangat akrab dengan perangkat keras (red: hardware) maupun lunak (red: software) dalam dunia digital. Bahkan bisa dianggap ‘ngga gaul’ jika tidak bersentuhan atau terlibat dalam kehidupan digital. Sisi lain yang tidak bisa ditawar adalah aktifitas sehari-hari manusia untuk dapat bergelut dengan dunia digital membutuhkan tenaga sangat besar dan hanya bisa dipenuhi apabila mulut manusia itu mendapat asupan pangan bergizi yang memadai.

Artinya, pangan tetap menjadi kebutuhan dunia nomor wahid, setelah air bersih. Dan perlu kita menguji seberapa besar peran generasi milenial dan dunia digital terhadap pangan, produksi pangan dan kesejahteraan warga perdesaan sebagai pelaku utama produksi bahan pangan.

“Emas hijau yang keseluruhan produksi bahan pangan masih di perdesaan, tetap merupakan aktifitas ekonomi berkelanjutan dengan berbagai masalah di dalamnya. Emas hijau adalah kegiatan sebagian besar warga perdesaan dan hingga saat ini belum mampu dikelola secara digital dan massif untuk menjadi sumber penghidupan yang layak.

Oleh karenanya, emas hijau harus dapat menjadi perhatian generasi milenial yang identik dengan aktifitas digital, untuk melakukan rekayasa sosial-ekonomi melalui kesenangan berdigital-ria di zaman kekinian. Dengan mengkampanyekan misi ‘Gerakan Nasional Kaum Muda Bertani dan Bangga Jadi Petani’ (Baca: Manifesto GERAKAN NASIONAL KAUM MUDA BERTANI DAN BANGGA JADI PETANI https://petani.id/manifesto-gerakan-nasional-kaum-muda-bertani-dan-bangga-jadi-petani/) sangat relevan di kedepankan pada wacana sosial hari ini. Bukan hanya karena turunnya minat generasi muda untuk bergelut dalam kehidupan pertanian, tapi lebih karena ‘tanggung jawab peradaban’ yang mengharuskan ketersediaan pangan cukup agar terhindar dari kerawanan sosial yang lebih besar.” kata Ketua Umum Petani Satrio Damardjati didampaingi Bendahara Umum Petani Susilo Eko Prayitno saat ditemui petani.id selepas mengikuti Rapat Kerja Terbatas – Dewan Ketahanan Nasional di Jakarta, Jumat 26/04/2019.

Satrio menambahkan bahwa pengenalan emas hijau ke generasi milenial juga belum mendapatkan pemicu yang tepat dan perlu cara baru agar partisipasi dan peran dapat lebih tepat menghasilkan dampak positif berkelanjutan.

“Dalam kaitan dengan itu, Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) RI juga sejalan dengan gagasan kami (red: Dewan Pimpinan Nasional Petani) seperti yang sudah tertuang dalam Anggaran Dasar Petani, bahwa generasi muda, atau yang hari ini dikenal generasi milenial, perlu melakukan partisipasi di bidang produksi bahan pangan. Partisipasi ini akan memberi peran terhadap pembangunan perdesaan.

Tentu saja tidak akan instan menjadi sebuah penghidupan yang layak, dan dengan keahlian maupun keterampilan yang terus diasah, generasi milenial akan menemukan sendiri hasrat, minat dan tanggung jawab terhadap produksi bahan pangan. Peran generasi milenial sangat dibutuhkan untuk dapat mengakselerasi emas hijau hingga menjadi satu kebanggaan, dan tidak hanya sekedar pemenuhan kebutuhan hidup, melainkan juga warna dari peradaban masyarakat di negeri kepulauan yang subur bernama Indonesia.” tutup Ketua Umum Petani Satrio Damardjati.

-. Redaksi: Departemen Propaganda.

-. Liputan/Laporan: Tim Departemen Propaganda.

-. Editor: Bidang Propaganda dan Jaringan – Dewan Pimpinan Nasional Petani

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
WhatsApp chat