Berita petani.id Jawa Tengah

Diskusi Terbuka: Petani Dan UMKM Berdaya Dengan Semangat Gotong Royong, Mandiri dan Kuat

Jika berkembang dengan baik, tentunya akan banyak pihak yang tertarik membantu pengembangannya, termasuk PT. Telkom Indonesia. Untuk berkembang, memang diperlukan kerja keras dan kerja cerdas dengan Kelompok Petani yang solid. Tanpa Kelompok Petani yang solid maka Petani dan UMKM juga akan sulit berkembang dan maju.” jelas Asti.

Petani.id

petani.id – (Sleman – Kamis, 04/07/2019). Sekolah Petani Muda Darllos (SPMD) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan diskusi terbuka dengan tema: ‘Petani dan UMKM Berdaya Dengan Semangat Gotong Royong, Mandiri dan Kuat’. Sebagai narasumber utamanya Sekretaris DPW Petani DIY Asti Irwandiyah, SE. Latar belakang diskusi ini dilaksanakan berdasarkan beberapa keluhan salah satu group yang anggotanya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti antara lain karena ada persyaratan yang tidak bisa dipenuhi, terutama masalah agunan, sehingga susah untuk mengakses dana pinjaman dari Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) / non BUMN dan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan latar belakang tersebut, DPW Petani DIY berusaha untuk menjembatani, agar masalah tersebut mendapatkan solusi terbaik. Sekretaris DPW Petani DIY sebelum pemaparan diskusi tematik memberikan gambaran kepada para peserta yang hadir tentang organisasi Petani, agar para peserta mendapatkan pemahaman tentang korelasi organisasi Petani dengan UMKM.

“DPW Petani DIY mendapatkan support dari PT. Telkom Indonesia dengan beberapa fasilitas, diantaranya penggunaan Griya UKM Online sebagai sarana untuk melakukan aktifitas pembangunan SDM Petani melalui badan otonom DPW Petani DIY: SPMD, PAHAM Petani dan Warung Petani. Warung Petani, sejatinya harus ada di Griya UKM Online dengan mendisplay produk yang dihasilkan teman-teman Petani baik produk hasil pertanian maupun produk olahannya. Namun karena keterbatasan SDM yang ada, belum dapat terwujud secara maximal. Penjualan produk masih terbatas dilakukan secara Online dengan jumlah produk yang masih terbatas pula.” kata Sekretaris DPW Petani DIY Asti Irwandiyah di Sleman (Kamis, 04/06/2019).

Asti menjelaskan bahwa sebelum diskusi ini diadakan, DPW Petani DIY telah melakukan pertemuan membahas tentang penggunaan Griya UKM Online sebagai Warung Petani dengan Manager Business Service Witel DIY PT. Telkom Indonesia Regional IV Jateng-DIY Nunuk Eny Kristant di Kotabaru, Kota Yogyakarta – DIY dan disambut baik gagasan positif tersebut. Karena sebelumnya, mengenai Warung Petani ini telah dibicarakan dengan Ir. Firmansyah pejabat GM Witel DIY terdahulu (sekarang sudah menjadi Deputy EVP Telkom Regional IV Jateng-DIY) yang pada prinsipnya telah menyetujui penggunaan Griya UKM Online tersebut. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa PT. Telkom Indonesia sedang membuat jaringan marketplace yang dapat digunakan oleh Petani dan UMKM untuk membantu pemasaran produk agar dapat memutus rantai distribusi yang sangat panjang. Tentunya, marketplace harus memiliki keunggulan dan perbedaan dengan aplikasi yang sudah ada. Telkom juga menyelenggarakan event-event yang dapat pula diakses oleh Petani dan UMKM untuk memamerkan produk-produknya.

“Lalu bagaimana solusi yang dihadapi teman-teman UMKM? DPW Petani DIY memiliki strategi membangun Kelompok Petani, yaitu Kelompok Petani produksi, Kelompok Petani pengolahan dan Kelompok Petani pemasaran. Dengan pengelompokan tersebut, akan saling mendukung pergerakan masing-masing Kelompok Petani, karena Kelompok Petani yang satu adalah solusi bagi Kelompok Petani yang lain. Dengan membangun Kelompok Petani tersebut, maka Petani dan UMKM akan menjadi kuat, berdaya dan mandiri dengan semangat gotong royong. Apabila saling bersinergi, tentunya masalah dana dan pengembangan usaha pun akan lebih mudah teratasi. Masing-masing Kelompok Petani harus memiliki inovasi produk, tanpa mengabaikan kebutuhan pasar. Jika berkembang dengan baik, tentunya akan banyak pihak yang tertarik membantu pengembangannya, termasuk PT. Telkom Indonesia. Untuk berkembang, memang diperlukan kerja keras dan kerja cerdas dengan Kelompok Petani yang solid. Tanpa Kelompok Petani yang solid maka Petani dan UMKM juga akan sulit berkembang dan maju.” jelas Asti.

-. Redaksi: Departemen Propaganda.

-. Liputan / Laporan: Biro Propaganda & Jaringan – DPW Petani DIY.

-. Editor: Bidang Propaganda & Jaringan – Dewan Pimpinan Nasional Petani.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
WhatsApp chat